Pemeriksaan Penunjang Untuk Menegakkan Diagnosis LLA


  • Pemeriksaan darah lengkap, dijumpai anemia normokromik normositer, trombositopenia, leukosit dapat menurun, normal atau meningkat. Hiperleukositosis (>100.000/mm3) terjadi pada kira-kira 15% pasien dan dapat melebihi 200.000/mm3. Proporsi sel blas pada hitung leukosit bervariasi dari 0 sampai 100%. Kira-kira sepertiga pasien mempunyai trombosit kurang dari 25.000/mm3.
  • Apusan darah tepi, khas menunjukkan adanya sel muda yang melebihi 5% dari sel berinti pada darah tepi.
  • Aspirasi dan biopsi sumsum tulang, pemeriksaan ini sangat penting untuk konfirmasi diagnosis dan klasifikasi, sehingga semua pasien LLA harus menjalani prosedur ini. Spesimen yang didapat harus diperiksa untuk analisis histologi, sitogenetik dan immunophenotyping. Apus sumsum tulang tampak hiperselular dengan limfoblas yang sangat banyak, lebih dari 90% sel berinti pada LLA dewasa. Jika sumsum tulang seluruhnya digantikan oleh sel-sel leukemia, maka aspirasi sumsum tulang dapat tidak berhasil, sehingga touch imprint dari jaringan biopsi penting untuk evaluasi gambaran sitologi.
  • Sitokimia, gambaran morfologi se blas pada apus darah tepi atau sumsum tulang kadang-kadang tidak dapat membedakan LLA dari LMA. Pada LLA, pewarnaan sudan black dan mieloperoksidase adalah enzim sitoplasmik yang ditemukan pada granula primer dari prekursor granulositik, yang dapat dideteksi pada sel blas LMA. Sitokimia juga berguna untuk membedakan precursor B da B-ALL dan T-ALL. Pewarnaan fosfatase asam akan positif pada limfosit T yang ganas, sedangkan sel B dapat memberikan hasil yang positif pada pewarnaan periodic acid schiff (PAS). TdT yang diekspresikan oleh limfoblas dapat dideteksi dengan pewarnaan imunoperoksidase atau flow cytometry.
  • Imunofenotip (dengan sitometri arus/flow cytometry), pemeriksaan ini berguna dalam diagnosis dan klasifikasi LLA. Reagen yang dipakai untuk diagnosis dan identifikasi subtipe imunologi adalah antibodi terhadap :
  1. Untuk sel prekursor B : CD10 (common ALL antigen), CD19, CD79A, CD22, cytoplasmic m-heavy chain, dan TdT.
  2. Untuk sel T : CDIa, CD2, CD3, CD4, CD5, CD7, CD8 dan TdT.
  3. Untuk sel B : kappa atau lambda, CD19, CD20, dan CD22.

Pada sekitar 15-54% LLA dewasa didapatkan ekspresi antigen mieloid. Antigen mieloid yang biasa dideteksi adalah CD13, CD15, dan CD33.

Ekspresi yang bersamaan dari antigen limfoid dan mieloid dapat ditemukan pada leukemia bifenotip akut. Kasus ini jarang, dan perjalanan penyakitnya buruk.

  • Sitogenetik, analisis sitogenetik sangat berguna karena beberapa kelainan sitogenetik berhubungan dengan subtipe LLA tertentu dan dapat memberikan informasi prognostik. Translokasi t (8;14), t (2;8), dan t (8;22) hanya ditemukan pada LLA sel B, dan kelainan kromosom ini menyebabkan disregulasi dan ekspresi yang berlebihan dari gen c-myc pada kromosom 8. Beberapa kelainan sitogenetik dapat ditemukan pada LLA atau LMA, misalnya kromosom philadelphia, t (9;22) (q34;q11) yang khas untuk leukemia mielositik kronik dapat juga ditemukan pada <5% LMA dewasa dan 20%-30% LLA dewasa.
  • Biologi molekular, teknik molekular dikerjakan bila analisis sitogenetik rutin gagal, dan untuk mendeteksi t (12;21) yang tidak terdeteksi dengan sitogenetik standar. Teknik ini juga harus dilakukan untuk mendeteksi gen BCR-ABL yang mempunyai prognosis buruk.
  • Pemeriksaan lainnya, parameter koagulasi biasanya normal dan koagulasi intravaskular diseminata jarang terjadi. Kelainan metabolik seperti hiperurikemia dapat terjadi terutama pada pasien dengan sel-sel leukemia yang cepat membelah dan tumor burden yang tinggi. Pungsi lumbal dilakukan pada saat diagnosis untuk memeriksa cairan serebrospinal. Perlu atau tidaknya tindakan ini dilakukan pada pasien dengan banyaknya sel blas yang bersirkulasi masih kontroversi. Definisi keterlibatan susunan saraf pusat (SSP) adalah bila ditemukan >5 leukosit/mL cairan serebrospinal dengan morfologi sel blas pada spesimen sel yang disentrifugasi.

SUMBER IPD FKUI DAN HEMATOLOGI RINGKAS

About these ads

2 thoughts on “Pemeriksaan Penunjang Untuk Menegakkan Diagnosis LLA

  1. Pada pemeriksaan darah anak saya usia 1,5 bln ditemukan 1 buah sel blas dimana lekositnya berkisar Lab pertama 27.000, Lan kedua 31.000, Lab ketiga 21.000, dan juga ada radang paru
    Pertanyaan saya :
    1. Apakah ini bertanda leokimia positif atau kemungkinan besar negatif (< 5 %)
    2.Pemeriksaan lab apa yg harus dilakukan u memastikan hal tersebut.

    • Idealnya dalam menegakkan diagnosis pada seorang pasien, dokter harus melakukan wawancara, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang (pemeriksaan Lab).
      dari informasi yang bapak berikan jumlah leukosit anak bapak dalam rentang 20rb-30rban. jumlah ini /mm3 atau /┬Ál?.
      Selain itu, peningkatan leukosit dapat terjadi ketika terjadi proses peradangan atau infeksi di tubuh. bisa saja peningkatan leukosit ini terjadi akibat radang paru yang dialami.Saya sarankan bapak berkomunikasi dengan dokter sehingga dapat dilihat seperti apa gejala klinis dan pemeriksaan penunjang yang perlu dilakukan.

      Semoga Bisa membantu pak.. :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s