Archive | December 2011

Ada apa dengan lagu-lagu Indonesia?

Selepas saya pulang dari les bahasa inggris tadi, saya memang berencana untuk membeli beberapa keperluas kos. Akhirnya sampailah saya di salah satu supermarket. Sambil memilih-milih barang yang akan saya beli, musik dari sound system terdengar dengan jelas. Tapi saya kaget dengan lagu yang diputar tersebut. Bukan karena lagu tersebut bagus atau keren ya.. tapi lagunya sama sekali tidak mendidik. Saya nggak terlalu dengar dan inget jelas, karena ini kali pertama saya mendengar jadinya hanya beberapa bait yang saya ingat. Frasanya kalau tidak salah seperti ini:

“ saya hamil..”

“telat tujuh bulan…”

“hamil luar nikah”

Saya benar-benar tidak habis pikir mengapa harus lagu seperti tsb diciptakan dan malah diproduksi. Benar-benar tidak mendidik!. Masih banyak lagi lagu di luar sana yang bersifat vulgar dan tidak pantas secara etis dan agama. Masih ingat dengan lipsync sinta dan jojo yang beberapa waktu dulu sempat geger dan menjadi hits serta terkenal oleh kalangan muda sampai tua?. Saya heran, lagu-lagu “aneh” malah dianggap sebagai sesuatu yang unik dan patut untuk disebarluaskan. Sebenarnya ada apa dengan negara ini? Apa tidak ada peraturan atau kebijakan yang mengatur tentang masalah ini?. Saya kasihan dengan anak-anak karena merekalah yang akan menjadi korban atas uncontrolled of entertainment saat ini.

Ada Pocong di Kampus Saya

Hari ini saya sempat terkaget-kaget karena di depan kampus ada suatu spesies jangkung bermuka putih yang ditaburi kopi hitam (asumsi saya si kopi :D )di sekitar mulut dan matanya, tangannya terikat, dan dibungkus kain kafan dari atas sampai bawah, tak lupa dengan “simpul” spesial di puncak kepalanya. Ia menjadi perhatian utama bagi orang-orang yang lewat di depan kampus.

Rupanya itu adalah salah satu “ciptaan” UKM konseling (saya nggak tau pasti nama UKMnya tapi intinya UKM ini yang aktif terlibat dalam urusan konseling2 gitu deh)yang ada di Universitas Mataram dalam rangka memperingati hari AIDS sedunia yang jatuh tepat hari ini, tanggal 1 Desember 2011. Paling tidak pesannya melalui model “unik” ini adalah HIV/AIDS adalah salah satu penyakit yang mematikan oleh karena itu sayangilah hidupmu jika tidak ingin seperti “mahluk” yang ada di depanmu ini.

Meski pun demikian dalam memperingati hari AIDS sedunia ini marilah kita lebih peduli terhadap kesehatan kita dan saling menjaga agar tidak tertular. Dan ingat, ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) adalah manusia juga, perlakukan mereka selayaknya teman-teman kita yang lain. Hapus diskriminasi ODHA!

“Dimana rumahmu Nak?

Orang bilang anakku seorang aktivis . Kata mereka namanya tersohor dikampusnya sana . Orang bilang anakku seorang aktivis.Dengan segudang kesibukan yang disebutnya amanah umat . Orang bilang anakku seorang aktivis .Tapi bolehkah aku sampaikan padamu nak ? Ibu bilang engkau hanya seorang putra kecil ibu yang lugu.

Anakku,sejak mereka bilang engkau seorang aktivis ibu kembali mematut diri menjadi ibu seorang aktivis .Dengan segala kesibukkanmu,ibu berusaha mengerti betapa engkau ingin agar waktumu terisi dengan segala yang bermanfaat.Ibu sungguh mengerti itu nak, tapi apakah menghabiskan waktu dengan ibumu ini adalah sesuatu yang sia-sia nak ? Sungguh setengah dari umur ibu telah ibu habiskan untuk membesarkan dan menghabiskan waktu bersamamu nak,tanpa pernah ibu berfikir bahwa itu adalah waktu yang sia-sia.

Anakku,kita memang berada disatu atap nak,di atap yang sama saat dulu engkau bermanja dengan ibumu ini .Tapi kini dimanakah rumahmu nak?ibu tak lagi melihat jiwamu di rumah ini .Sepanjang hari ibu tunggu kehadiranmu dirumah,dengan penuh doa agar Allah senantiasa menjagamu .Larut malam engkau kembali dengan wajah kusut.Mungkin tawamu telah habis hari ini,tapi ibu berharap engkau sudi mengukir senyum untuk ibu yang begitu merindukanmu . Ah,lagi-lagi ibu terpaksa harus mengerti,bahwa engkau begitu lelah dengan segala aktivitasmu hingga tak mampu lagi tersenyum untuk ibu . Atau jangankan untuk tersenyum,sekedar untuk mengalihkan pandangan pada ibumu saja engkau engkau,katamu engkau sedang sibuk mengejar deadline. Padahal,andai kau tahu nak,ibu ingin sekali mendengar segala kegiatanmu hari ini,memastikan engkau baik-baik saja,memberi sedikit nasehat yang ibu yakin engkau pasti lebih tahu.Ibu memang bukan aktivis sekaliber engkau nak,tapi bukankah aku ini ibumu ? yang 9 bulan waktumu engkau habiskan didalam rahimku..

Anakku, ibu mendengar engkau sedang begitu sibuk nak. Nampaknya engkau begitu mengkhawatirkan nasib organisasimu,engkau mengatur segala strategi untuk mengkader anggotamu . Engkau nampak amat peduli dengan semua itu,ibu bangga padamu .Namun,sebagian hati ibu mulai bertanya nak,kapan terakhir engkau menanyakan kabar ibumu ini nak ? Apakah engkau mengkhawatirkan ibu seperti engkau mengkhawatirkan keberhasilan acaramu ? kapan terakhir engkau menanyakan keadaan adik-adikmu nak ? Apakah adik-adikmu ini tidak lebih penting dari anggota organisasimu nak ?

Anakku,ibu sungguh sedih mendengar ucapanmu.Saat engkau merasa sangat tidak produktif ketika harus menghabiskan waktu dengan keluargamu . Memang nak,menghabiskan waktu dengan keluargamu tak akan menyelesaikan tumpukan tugas yang harus kau buat,tak juga menyelesaikan berbagai amanah yang harus kau lakukan .Tapi bukankah keluargamu ini adalah tugasmu juga nak?bukankah keluargamu ini adalah amanahmu yang juga harus kau jaga nak?

Anakku,ibu mencoba membuka buku agendamu .Buku agenda sang aktivis.Jadwalmu begitu padat nak,ada rapat disana sini,ada jadwal mengkaji,ada jadwal bertemu dengan tokoh-tokoh penting.Ibu membuka lembar demi lembarnya,disana ada sekumpulan agendamu,ada sekumpulan mimpi dan harapanmu.Ibu membuka lagi lembar demi lembarnya,masih saja ibu berharap bahwa nama ibu ada disana.Ternyata memang tak ada nak,tak ada agenda untuk bersama ibumu yang renta ini.Tak ada cita-cita untuk ibumu ini . Padahal nak,andai engkau tahu sejak kau ada dirahim ibu tak ada cita dan agenda yang lebih penting untuk ibu selain cita dan agenda untukmu,putra kecilku..

Kalau boleh ibu meminjam bahasa mereka,mereka bilang engkau seorang organisatoris yang profesional.Boleh ibu bertanya nak,dimana profesionalitasmu untuk ibu ?dimana profesionalitasmu untuk keluarga ? Dimana engkau letakkan keluargamu dalam skala prioritas yang kau buat ?

Ah,waktumu terlalu mahal nak.Sampai-sampai ibu tak lagi mampu untuk membeli waktumu agar engkau bisa bersama ibu..

Setiap pertemuan pasti akan menemukan akhirnya. Pun pertemuan dengan orang tercinta,ibu,ayah,kaka dan adik . Akhirnya tak mundur sedetik tak maju sedetik .Dan hingga saat itu datang,jangan sampai yang tersisa hanyalah penyesalan.Tentang rasa cinta untuk mereka yang juga masih malu tuk diucapkan .Tentang rindu kebersamaan yang terlambat teruntai.

Untuk mereka yang kasih sayangnya tak kan pernah putus,untuk mereka sang penopang semangat juang ini . Saksikanlah,bahwa tak ada yang lebih berarti dari ridhamu atas segala aktivitas yang kita lakukan.Karena tanpa ridhamu,Mustahil kuperoleh ridhaNya…”

Reshare from: Grup FB SKI Asy Syifa FK Unram