Archive | February 2012

Who am I to be brilliant, gorgeous, talented, fabulous?

Last night, i just watched a film from my dorm friend. when i searched the film, my eyes stopped in the akeela and the bee film. actually, when i saw the film i just guessed it was an old film because the quality of the videos were not so good. i thought maybe my friend has download the low quality film :D . Okay… the idea why i posted about this film in my blog it is not about the quality of videos or other, but the only reason why i posted it because there was a very great motivational quotes in this film. This film told us about the spirit for winning, spirit for trying, and the spirit of learning. the quote that make me felt in love is this :
“Our deepest fear is not that we are inadequate. Our deepest fear is that we are powerful beyond measure. It is our light, not our darkness that most frightens us. We ask ourselves, ‘Who am I to be brilliant, gorgeous, talented, fabulous?’ Actually, who are you not to be? You are a child of God. Your playing small does not serve the world. There is nothing enlightened about shrinking so that other people won’t feel insecure around you. We are all meant to shine, as children do. We were born to make manifest the glory of God that is within us. It is not just in some of us; it is in everyone. And as we let our own light shine, we unconsciously give other people permission to do the same. As we are liberated from our own fear, our presence automatically liberates others”.

‘Who am I to be brilliant, gorgeous, talented, fabulous?’ Actually, who are you not to be? You are a child of God. :)
So….me, you, he, she, and them have a right to be brilliant, gorgeous, talented and fabulous.. :) just make sure we try the challenge.

Let’s start shining sist bro :)

Hati-Hati dengan Bahaya Plastik! Pelajari Sebelum Terlambat.

Reblogged from Aku Ingin Hijau:

Click to visit the original post
  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post

Sudah banyak orang yang memberi peringatan, rumor, gosip bahkan artikel majalah tentang bahaya plastik. Tetapi tetap saja hanya segelintir orang yang menggubris, peduli atau sampai meneliti lebih lanjut.

Plastik adalah salah satu bahan yang dapat kita temui di hampir setiap barang. Mulai dari botol minum, TV, kulkas, pipa pralon, plastik laminating, gigi palsu, compact disk (CD), kutex (pembersih kuku), mobil, mesin, alat-alat militer hingga pestisida.

Read more… 530 more words

Lagi JJ ke blog orang, ehh... ketemu postingan ini. Keren dan bermanfaat :)

Backpacker Lombok ke Gili Trawangan

Hi.. Sudah lama tak menulis di blog ini. Sekarang izinkan saya bercerita mengenai pengalaman seru yang baru saya alami. Well, cerita ini tentang seseorang yang ingin mencoba keluar dari zona amannya untuk merasakan suatu pengalaman yang baru.

Oke…

Daerah yang saya kunjungi kali ini adalah pulau Lombok. Mengapa pulau lombok? Yaa.. karena program pemerintah saat ini visit lombok-sumbawa 2012 bukan?. Toh juga, sebagai warga NTB asli saya belum sepenuhnya pernah menginjakkan kaki di seluruh destinasi pariwisata di NTB. Kan aneh tuh? Orang asli asal NTB belum pernah mengunjungi tempat pariwisatanya.. Apa kata dunia?? Hehe.

Trip yang saya lakukan kali ini, berbeda. Mengapa berbeda? Hmm.. karena saya melakukan travelling ala backpacker. Jika mengutip dari wikipedia, backpacker berasal dari istilah backpacking yang bermakna seseorang yang melakukan perjalanan ke suatu tempat tanpa membawa barang-barang yang memberatkan atau membawa koper. Dan sungguh kebetulan, ada seorang teman backpacker—fikri— dari malang yang ingin mengunjungi destinasi pariwisata di Lombok. Akhirnya kami berencana berangkat pada hari minggu, 29 januari 2011.

Adapun itinerary singkat kami adalah  mengunjungi gili trawangan dan air terjun sendang gila serta tiu kelep yang berada di Lombok Utara.

Karena trip yang kami lakukan ala backpacker tentu saja alat transportasi yang kami gunakan adalah public transport alias angkot a.k.a engkel (huruf “e” kedua dibaca seperti “e” pada kata elang). Untuk mencapai gili trawangan maka ada rute alternatif yang bisa ditempuh, yaitu :

  1. Terminal mandalika di daerah Sweta –> kemudian turun di  Pemenang Lombok Utara –> selanjutnya jalan kaki sekitar 10-20  menit menuju bangsal.
  2. Jika anda berada di kota mataram, silahkan tunggu di perempatan pasar rembiga, biasanya rute engkel di no. 1 akan melewati jalan ini sehingga tidak perlu ke terminal mandalika –> kemudian turun di Pemenang Lombok Utara –> selanjutnya jalan kali sekitar 10-20 menit menuju bangsal atau bisa juga naik cidomo (jika tidak kuat untuk berjalan kaki) biasanya sewa sekitar Rp. 5.000/ orang.
  3. For your information, tidak ada rute angkot dari senggigi ke bangsal.

Waktu perjalanan dari pasar rembiga menuju pemenang sekitar 1 jam dengan biaya engkel per orang Rp. 10.000. Kemudian, teman-teman melanjutkan perjalanan bisa berjalan kaki atau menggunakan cidomo ke arah bangsal. Di Bangsal inilah, kita akan menyebrang ke gili trawangan. Menurut penulis di buku travelicius lombok, ia menyarankan untuk berjalan kaki karena jaraknya sekitar 500 meter dari pemenag ke Bangsal. Iya.. memang dari pemenang ke gerbang bangsal 500 meter tapi ntar masuk ke bangsal jaraknya lebih dari 500 meter lagi dan alhasil saya—yang baru pertama kali backpackeran—ngos-ngosan jadinya. :D . Kalo teman-teman masih punya tenaga, berjalan kaki boleh lah jadi pilihan, kalo nggak kuat yah, naik cidomo saja. :)

Sesampainya di pelabuhan, silahkan teman-teman membeli tiket penyebrangan seharga Rp. 10.000 di loket. Ketika menyebrang biasanya kita harus menunggu hingga kuota angkutan boat penuh dan saya sarankan untuk membeli minuman di daerah pelabuhan karena menurut informasi makanan yang dijual di gili trawangan agak lebih mahal. Setalah menunggu sekitar 10 menit akhirnya kami berangkat :) . Gili Trawangan.. We are Coming !

Hal pertama yang kita lakukan di gili trawangan adalah mengabadikan momen kedua backpacker kere ini di depan papan selamat di datang di gili trawangan.

Selamat datang di Gili Trawangan

Backpacker kere ketika bernarsis ria di Gili Trawangan

Setelah bernarsis-narsis ria dan nggak jelas, hal kedua yang kami lakukan adalah mencari homestay untuk menaruh barang. Di sepanjang pinggiran pantai banyak sekali hotel maupun homestay yang dibangun dan tentu saja biaya sewanya mahal. Jika ingin lebih murah, maka homestay yang menjadi pilihan adalah homestay yang terletak di tengah kampung. Jika teman-teman membawa backpacker dan dengan muka bingung toleh kiri, toleh kanan pasti menandakan bahwa teman-teman sedang bingung mencari tempat nginap. Nah, nanti teman-teman akan ditawari oleh beberapa orang—yang berdiri dan duduk di sekitar jalan— untuk menginap di hotel ataupun homestay yang menjadi tempat kerjanya. Semuanya ada, dari harga mahal sampai harga murah, dari sekualitas hotel sampai sekualitas kamar kos. kalau masalah ini, kembali lagi dari budget teman-teman.

Dan karena kami hanyalah backpacker kere, alhasil kami menjatuhkan pilihan di homestay sekualitas kamar kos. biayanya berkisar Rp. 100.000. Berhasil atau tidaknya juga bergantung dari kemampuan penawaran teman-teman. :)

Selanjutnya kami berjalan mengelilingi pulau. Kami mampir di tempat penangkaran penyu. Penyunya masih sangat kecil, imut-imut dan lucu sekali. Dan tolong jangan dipegang ya… karena akan membuat binatang kecil ini stress.

Tak terasa, akhirnya usus-usus diperut saya protes.. hahaha.. secara, tadi pagi saya belum sarapan dan akhirnya saya harus mencari tempat makan. Nah, karena daerah gili trawangan adalah daerah pariwisata maka makanan pun mahal oleh karena itu, saya dan teman saya menyiasati dengan membeli makanan di dalam kampung. Tempat makan kami bukanlah restoran, hanya sebuah warung kecil dengan satu kursi panjang menghadap meja panjang di depannya yang terletak di tengah kampung di pinggir gang. Harga nasinya Rp.10.000 dengan menu nasi, sayur tumis, telur rebus yang dibagi 8, ayam goreng potong kecil dan sambal. Alhamdulillah.. kenyang.. :)

Jika ingin mengelilingi pulau, ada tiga alternatif pilihan yang perlu dipikirkan, yaitu:

Pertama, jika budget teman-teman cukup banyak silahkan mengelilingi pulau dengan menggunakan cidomo—suatu kereta yang ditarik oleh kuda—yang biaya sewa sekitar Seratusan ribu.

Kedua,  dengan menggunakan sepeda. Cukup banyak sepeda yang disewakan di gili trawangan mulai dari sepeda polygon sampe sepeda ecek-ecek dengan harga sewa Rp. 15.000/jam atau Rp. 50.000/seharian. Tapi teman-teman harus menerima resiko juga, karena keliling pulau medannya dominan pasir maka akan sedikit sulit untuk mengayuh sepeda.

Ketiga, dengan jalan kaki… Haha, tentu saja kalian tahu… inilah pilihan kami. Alasannya karena murah, hemat, efisien meskipun tidak hemat waktu karena waktu yang kami habiskan untuk mengelilingi pulau sebanyak 4,5 jam!.

Oh ya… informasi penting lagi. Jika teman-teman akan sholat, tidak perlu khawatir karena ada masjid yang terletak di pesisir pantai dan sejajar dengan hotel-hotel di gili trawangan. Hanya saja, saya sarankan bagi muslimah untuk menggunakan mukenah pribadi karena public mukenah tidak terjamin kebersihannya. :) . Oh ya, harap maklum karena kondisi air disini tidak setawar air di kota alias air payau jadi kalo teman-teman wudhu dan berkumur rasanya asin dan nggak jelas gitu deh.. Harap maklum yah..

Setelah berkeliling pulau, kami sholat kemudian mandi sore di homestay (keringatan booo…!) kemudian sholat magrib dan akhirnya kami hunting makan malam. Dan lagi-lagi kami harus berhemat (Dasar backpacker kere! :D )

Kami melewati malam dengan berkeliling mencari makan (lagi) dan ternyata ketika kami melewati sekitar 50 meter dari pelabuhan, tanah yang siang harinya kosong udah diisi penuh oleh stand-stand makanan. Ternyata banyak bule yang doyan masakan Indonesia (Alhamdulillah.. ya). Kami sempat berpikir keras (Halah !) untuk menentukan pilihan makanan. Akhirnya, pilihannya jatuh di menu ikan nila goreng ukuran besar seharga Rp. 30.000 per ekor. Dan dengan (lagi-lagi) alasan berhemat kami makan malam dengan ikan nila goreng besar yang di makan berdua.. hahahaha..

Saat kami makan, ada seseorang yang mendekat dan duduk di samping kami, si Fikri langsung menyapa “ Sendirian mas?” Kemudian mas-mas palsu itu menjawab dengan muka bingung. “No, i cant understand, i am not indonesian” Haha.. sontak fikri malu dan saya tertawa, ternyata mas (palsu tersebut) bule dari filipina.. awalnya saya juga kira dia orang indo ternyata enggak.. :D .

Sepanjang jalan kami melihat orag dengan pakaian bertuliskan i love GT, si fikri memplesetkannya menjadi  i love Gitagu Tawa padahal jelas-jelas tulisan itu berarti i love gili trawangan. LOL. Lumayan, dia cukup humoris untuk meladeni saya yang suka diam nggak jelas ini. :D

Oh iya, sejak saya datang sampai malam, banyak sekali tulisan “magic mushroom” yang ditawarkan di tiap cafe. Selidik punya selidik berdasarkan informasi dari mas-mas pelayan dinner kami, ternyata magic mushroom itu adalah jamur yang berasal dari kotoran sapi yang memiliki efek memabukkan. So, jangan pernah coba-coba ya kawan.. :) .

Okeh, akhir cerita hari itu, kami sholat isya dan beristirahat karena besok masih ada petualangan yang menunggu kami di Senaru.. :)