Archives

Catatan Perjalanan: Road to Gili Nanggu #Part. 2 (Finish)

*pastikan teman-teman dah baca ini

Ketika akan mengakhiri bersnorkeling ria, saya akhirnya menyambung obrolan dengan sepasang suami istri bule ostrali yang baru saja selesai snorkeling di perbatasan Gili Nanggu, si bule bilang, kalo disana ikannya banyaaaaaaaaaaaak sekali dan bagus-bagus sembari ia menunjukkan hasil foto dan rekaman video dari kamera water resistant-nya. Waduh, beneran, sumpah, keren bageeet…. Ada ikan warna biru, orange, kuning, hijau, merah, hitam, dengan segala bentuk corak dan jenis, terumbu karang juga luar biasa indahnya, dengan berbagai macam bentuk dan warna. “andai saja saya bisa berenang dengan lancar dan ada yang bisa menemani saya ke sana…. Saya akan berteriak, pengeeeeeen..!, tapi tenang era, orang yang akan menemanimu itu, masih dirahasiakan oleh Allah… oke.. oke… saya bengong sendiri menenangkan obsesi saya itu” dan kembali tersadar.

the coral is very good, and there are many fish over there” ujar sang suami

and you must come here one day after you can swim fluently” tambah sang istri,Gill sambil tersenyum yang sebelumnya sudah saya beri tahu bahwa saya nggak terlalu bisa berenang

okay, I will… I wish I can come here one day” jawab saya, berjanji.
Continue reading

Catatan Perjalanan: Road to Gili Nanggu #Part. 1

Berhubung hari selasa, rabu, dan kamis (31 mei s/d 2 juni) gedung kampus saya dipakai untuk SNMPTN, jadinya kami libuuuuuur… deuh, senangnya… karena kesempatan libur tiga hari jarang banget, teman-teman sekelas saya dan se-fakultas saya sepertinya tidak mau kehilangan untuk memanfaatkan kesempatan emas ini. Angkatan saya (angkatan 2008 a.k.a PLEXUS) berinisiatif untuk melakukan perjalanan ke Gili Nanggu (Gili artinya Pulau dalam bahasa Sasak). Gili Nanggu merupakan salah satu pulau dari beberapa pulau eksotik yang berada di daerah sekotong Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Jika akan menuju ke sana memerlukan waktu sekitar 1,5-2 jam perjalanan dari ibukota provinsi NTB, Mataram.

Ok, kita berangkaaat….

Continue reading

SEJARAH KEKUASAAN PEMERINTAH KOLONIAL HINDIA BELANDA DENGAN KONTRAK 1905 ATAS KESULTANAN DI PULAU SUMBAWA KHUSUSNYA KABUPATEN DATI II DOMPU.

Tahun 1905 adalah kontrak terakhir kekuasaan Pemerintah Hindia Belanda di seluruh Indonesia, khususnya untuk seluruh Pulau Sumbawa, di Pulau Sumbawa terdapat (4) kesultanan yaitu: kesultanan Bima, Kesultanan Dompu, Kesultanan Sumbawa dan kesultanan Sanggar (Kore). Tiga kesultanan sumbawa, kesultanan Dompu, Kesultanan Bima diikat dengan Kontrak Panjang (Langge Kontrak) dan segala urusan langsung dipegang oleh Pemerintah Hindia Belanda di Negeri Belanda.

Kesultanan Sanggar yang diikat dengan Kontrak Pendek (Korte Verklaring) nasib ditentukan oleh Gubernur Jenderal di Batavia (Jakarta).

Manggarai adalah Wilayah Kesultana Bima, disaat Pemerintah Hindia Belanda ingin mengembangkan Wilayah Manggarai ke bagian Timur, maka Wilayah Sanggar yang di saat itu tidak mempunyai sultan, oleh Gubernur Jenderal Batavia (Jakarta) ditetapkan menjadi wilayah Kesultanan Bima untuk mengganti Wilayah Manggarai yang ditetapkan ke timur.

Continue reading