Analisis skenario


Seorang perempuan, berusia 15 tahun, dibawa ke IGD dengan keluhan sesak. Sesak dirasakan sejak 2 minggu yang lalu, makin lama makin memberat, dan sesak lebih memberat bila beraktivitas. Tiga minggu yang lalu pasien pernah sakit tenggorokan.

Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, frekuensi nadi 112 kali/menit, frekuensi napas 30 kali/menit, temperatur axilla 37,8ºC, terdengar suara jantung S3 dengan intensitas meningkat, dan murmur sistolik. Dokter kemudian menyarankan pasien rawat inap untuk observasi dan dilakukan beberapa pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis.

Daftar Masalah

ž  Sesak memberat bila beraktivitas

ž  Demam & Sakit Tenggorokan

ž  Suara Jantung S3 dgn intensitas meningkat dan Murmur Sistolik

Demam adalah suatu adalah peningkatan temperatur suhu tubuh yang berlebihan dari variasi normal dan terjadi karena adanya peningkatan set point pada hipothalamus.


Hal-hal yang dapat menginduksi peningkatan set point di hipothalamus antara lain:

  • Penyakit infeksi(virus influenza,bakteri streptococus, protozoa)
  • Gangguan metabolisme (hipertiroidisme)
  • Kerusakan jaringan (kanker)

Jadi kemungkinan demam pada pasien ini berhubungan dengan sakit tenggorokan yang pernah dirasakan oleh pasien ini sebelumnya.

Sakit tenggorokan/faringitis yang dirasakan oleh pasien ini kemungkinan disebabkan:

Ì Bacterial pharyngitis

– Group A beta-hemolytic streptococci

–  Group C, G, and F streptococci

– Arcanobacterium (Corynebacterium) haemolyticus

– M pneumoniae

–  C pneumoniae

– Neisseria gonorrhoeae

– Corynebacterium diphtheriae

Ì  Viral pharyngitis

–  Adenovirus

–  Herpes Simplex

–  Coxsackieviruses

– Epstein-Barr virus

– cMV

– HIV-1

Ì  Penyebab lain : spesies candidiasis, udara panas dan rokok.

kebanyakan faringitis disebabkan oleh Streptokokus Group A beta hemolitikus. Dan apabila dilihat dari gejala klinis seperti demam yang tidak lebih dari 39 oC mengacu pada penyebab Streptokokus Group A beta hemolitikus . adapun gambaran klinis klasik lain pada faringitis yang disebabkan SGA beta hemolitikus antara lain:

– Tonsillopharyngeal erythema

– Eksudat

– pembengkakan

– sakit kepala

– Emesis pada anak

– Petekie pada palatum

Karditis

Diagnosis karditis dpt ditegakkan dgn didapatinya:

—  Takikardia, bising jantung (biasanya disebabkan bising, mitral regurgitasi dan aorta regurgitasi) yg disebabkan valvulitis, perikarditis, kardiomegali dan tanda-tanda gagal jantung.

Jadi dapat dikatakan kemungkinan terjadi karditis pada pasien ini disebabkan karena adanya penemuan hal-hal diatas pada pasien

Dispnue/kesulitan bernapas akibat meningkatnya usaha bernapas yang terjadi akibat kongesti pembuluh darah paru dan perubahan kemampuan pengembangan paru. Adanpun kemungkinan patogenesisnya:

Insufisiensi katup mitralà Aliran darah balik dr ventrikel ke atrium à tek.  tinggi pd atrium kiri à pngruh terhadap tek. hidrostatik dan onkotik pemb. paru à kongesti vaskular paru  àmengrangi klnturan paru à pningkatan kerja otot prnpasan à “dyspnea”

Aktivitas à  keb. O2 à tidak terpenuhià insufisiensi katup mitral à keadaan tubuh menjadi asam à respon kompensasi tubuh à hiperventilasi à memperparah sesak pd Px

Suara Jantung S3 adalah suara pada periode pengisian darah ke ventrikel dengan cepat pada waktu diastole awal dimana darah mengalir dari atrium ke ventrikel. Pada anak-anak dan dewasa muda suara ini terdengar

ž  Berasal dari peregangan dinding ventrikel secara tiba-tiba akibat aliran darah dari atrium ke ventrikel (ventricle filling)

ž  Intensitasnya tergantung dari:

—  Beban awal

—  Tekanan atrium kiri

—  Compliance otot ventrikel

Suara Jantung S3 intensitasnya meningkat pada kondisi:

—  Peningkatan curah jantung (e.g.: anemia, hipertiroidisme, VSD, PDA, aktifitas fisik)

—  Kegagalan jantung (e.g.: otot jantung yg lemas atau teregang)

—  Penurunan compliance (e.g.: perikarditis konstriktiva)

—  Regurgitasi mitral atau aorta à timbul impuls apikal

Suara murmur dibedakan dengan suara janutng normal oleh durasinya yang lebih lama. Suara tersebut melambangkan turbulensi aliran darah. Tetapi dapat juga sebagai pertanda penyakit katup jantung. Katup yang stenosis, tidak dapat terbuka sempurna, sehingga menghambat aliran darah ke ruang  selanjutnya, seperti pada stenosis aorta, dan menimbulkan suara murmur. Begitupun katup yang  tidak dapat menutup penuh seperti insuffisiency aorta atau regurgitasi aorta, katup tersebut menyebabkan kebocoran aliran darah ke arah yang berlawanan dan menghasilkan murmur regurgitasi.

ž  Regurgitasi mitral à menimbulkan peningkatan intensitas S3 serta akan timbul bising sistolik à sesuai skenario

Jadi jika dilihat dari gejala dan analisis diatas kemungkinan kemungkinan diagnosisnya adalah:

ž  Demam Rematik ( ++ )

—  Suhunya tidak lebih dari 39 C

—  Umumnya kembali normal dalam 2-3 minggu (walau tanpa pengobatan)

—  Sakit tenggorokan

—  Karditis

ž  Penyakit Jantung Rematik ( +++)

—  Demam Rematik + sesak saat beraktifitas + regurgitasi/insufisiensi mitral

Adapun kemungkinan patogenesisnya:

Referensi

-harrison

-patofisiologi price n wilson

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s