Catatan Perjalanan: Road to Gili Nanggu #Part. 1

Berhubung hari selasa, rabu, dan kamis (31 mei s/d 2 juni) gedung kampus saya dipakai untuk SNMPTN, jadinya kami libuuuuuur… deuh, senangnya… karena kesempatan libur tiga hari jarang banget, teman-teman sekelas saya dan se-fakultas saya sepertinya tidak mau kehilangan untuk memanfaatkan kesempatan emas ini. Angkatan saya (angkatan 2008 a.k.a PLEXUS) berinisiatif untuk melakukan perjalanan ke Gili Nanggu (Gili artinya Pulau dalam bahasa Sasak). Gili Nanggu merupakan salah satu pulau dari beberapa pulau eksotik yang berada di daerah sekotong Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Jika akan menuju ke sana memerlukan waktu sekitar 1,5-2 jam perjalanan dari ibukota provinsi NTB, Mataram.

Ok, kita berangkaaat….

Saya dan teman saya, ira, berangkat dari kos sekitar jam 7.10 dan menuju rumah teman saya, Ririn di daerah kekalik di jl. Panji Tilar. Ternyata disana telah menunggu kawan saya yang lainnya yaitu mbak Dini, Ria, dan Euis. Kemudian, tepat setelah kedatangan saya, mbak Nanda, Tata, Alfian, Ika, Dante, dan Kiki datang. Menurut informasi, yang bisa ikut JJ hanya 13 orang saja karena teman-teman yang lain sudah pulkam (ada yang ke Bima, Sumbawa, Lombok timur dan Lombok tengah). Jadinya, kami berangkat bertigabelas dengan menggunakan 2 buah mobil.

Singkat cerita, kami akhirnya sampai juga di tempat penyebrangan di desa Tawun, Sekotong Lombok Barat, dengan usaha keras dari saya karena saya sudah lemas akibat efek motion sickness alias mabuk darat. Di tempat penyebrangan, kami membayar tiket dan menyewa alat snorkel sebanyak 4 buah + life jacket 4 buah + 1 buah life jacket ukuran anak untuk adiknya ririn (aya yang imuut), pastinya dengan harga nego… yah, biasalah kalo orang local pasti dikasih lebih murah, nah, kalau urusan tawar-menawar, teman-teman saya ahlinya. Kemudian negosiasi dilanjutkan dengan bapak pemilik perahu penyebrangan, dengan hasil nego (yang ternyata gagal) penumpang sejumlah 6 orang dikenakan biaya Rp. 200.000 jika lebih dari 6 orang, maka orang ke tujuh dan selanjutnya dihitung Rp. 20.000/orang, jadi total bayar kapal sejumlah Rp. 300ribuan (kapal ini akan menunggu kita maksimal sampai jam 4 sore). Selain itu, dibutuhkan biaya tambahan sekitar Rp. 5.000/orang untuk biaya keamanan dan kebersihan, jika kalian ingin membeli roti untuk feeding ikan, harganya Rp.5000/botol dan bisa dibeli di mini market di pulau ini juga.

Dan akhirnya kami sampai di Gili Nanggu…

What a beautiful Island… !

Dari perbincangan kami dengan Bapak pemilik kapal, Gili Nanggu terkenal akan keindahan ikannya, sedangkan Gili *saya lupa namanya apa (pokoknya Gili ini tetanggan sama Gili Naggu) lebih terkenal dengan keindahan coralnya.

Tanpa buang-buang waktu, akhirnya saya dan teman-teman berfoto ria…. Sebab pulau ini, agak sepi… terasa seperti private Gili jadinya, hahaha..😀 (alasan pertama karena hari ini hari selasa juga bukan hari libur nasional dan alasan kedua karena Gili Nanggu, belum terlalu banyak yang kenal sehingga nggak sumpek seperti Gili trawangan yang dipenuhi oleh turis). Selanjutnya kami snorkeling… dan saya sangat senaaaaaaaaaaaaaaaaaaang sekali because this is my first time to touch, to feed, and to see a live fish life….. ikannya banyaak sekali dan akan mendekat jika diberikan roti, semakin ke dalam kita snorkeling maka akan semakin bervariasi ikan yang kita lihat….

Dan karena ini, adalah pengalaman pertama saya snorkeling, saya agak sedikit repot melakukan pernafasan lewat mulut dengan alat ini. Namun, akhirnya berhasil dan saya bisa melihat putihnya pasir pijakan saya lewat google yang saya pakai, saya bisa melihat ikan-ikan itu berenang, saling mendekat dan terkadang malu dan menghindar ketika tangan saya, saya dekatkan ke mereka. Benar-benar indah…. Beneran…

Pasir di Gili Nanggu ini putih dan halus. Kondisinya juga bersih, nggak ada sampah yang bisa ditemukan di sini karena tempat sampah selalu tersedia di beberapa tempat dan beberapa burung merpati terbang dan berjalan dengan aman tanpa takut para manusia ini mengganggu hidupnya.

Kalian juga bisa menemukan banyak buah pinus kering yang berjatuhan di pasir putih di pantai ini. Fasilitas yang disediakan disini antara lain, berugak atau gazebo, ayunan, toilet, mini market, musholla, tempat penangkaran kura-kura dan ada home stay-nya juga (kalau mau nginap harga per kamar Rp. 250.000/3 orang, hayooo siapa yang berminat).

Setelah capek snorkeling, saya dan teman-teman mencoba untuk mengambil foto meloncat dan kemudian menyebur di air laut , susahnya minta ampun untuk mendapatkan foto yang bagus,😀 karena butuh teknik khusus. Setelah capek loncat-loncatan saya snorkel lagi sendirian, mumpung nganggur alatnya dan kalo sendiri lebih puas ngeliat ikannya..😀

Bersambung….. (Fotonya menyusul)

One thought on “Catatan Perjalanan: Road to Gili Nanggu #Part. 1

  1. Pingback: Catatan Perjalanan: Road to Gili Nanggu #Part. 2 (Finish) « Humairah's WebLog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s