Catatan Perjalanan: Yuk, ke Museum…

Hari sabtu (28/05/2011) pagi yang cerah, saya dan teman-teman merencanakan untuk mengunjungi satu-satunya museum yang ada di Prov. Nusa Tenggara Barat. Hmm… tetapi, salah satu teman saya membatalkan, yang satunya lagi nggak ada konfirmasi, dan kedua teman yang lain lagi ada kesibukan, akhirnya hanya saya dan teman saya-mimin- yang memutuskan untuk pergi ke sana. Memang, kesempatan untuk mengunjugi museum baru terealisasi hari itu, akibat jadwal kuliah yang benar-benar padat dan tidak fleksibel sama sekali, akhirnya hari kunjungan ke museum datang juga… 

Sekitar pukul 09.30
Saya berangkat menuju Museum Negeri Prov. NTB di daerah Ampenan meluncur dengan tenang dari salah satu kos putri di kawasan Gomong. Selanjutnya, saya menuju Museum dengan memarkir sepeda motor di tempat parker sebelah kiri gedung museum. Hmmm… Tampaknya pengunjung hari ini cukup banyak, karena terlihat beberapa bus dan angkutan umum yang memarkir kendaraanya di areal parkir depan gedung museum. Sepertinya anak-anak SD, SMP sampai SMA sedang mengadakan museum tour kayaknya. Ketika hendak memasuki gedung, beberapa anak laki-laki seumuran SMP-an menghampiri saya dan senyum cengengesan, saya hanya tertawa dalam hati.. “Dek, kalian salah target.. !”

09.55
Karcis masuk Cuma Rp. 1.000 cuy..!! murah benget jika dibandingkan dengan ilmu pengetahuan yang disediakan di dalamnya. Sayang, karcisnya habis… tapi Sang Ibu penjaga mengatakan “Masuk aja mbak, tiketnya udah habis karena banyak pengunjung..”. “Oh, iya bu.. nggak apa-apa!”. Terlihat kondisi areal masuk museum dengan bejibun siswa serta pengatntar siswa dari berbagai daerah, dan tampak seorang pemandu-seorang bapak berkumis tebal dengan menggunakan baju batik coklat- memberikan pengarahan panjang lebar kepada salah satu rombongan SMA (dan saya lupa, SMA mana).

09.58
Masuk areal museum dengan dihadang oleh buaya besar yang telah diawetkan dengan ukuran bermeter-meter. Buaya tersebut berasal dari woja, Kabupaten Dompu, daerah asalku . Kemudian, saya melihat diorama candi prambanan dan candi Borobudur (hope, I can go there one day!! Yes, I will *amiiiiin). Kemudian saya bertemu teman saya, mimin… and the journey just started..😀
Kami melihat-lihat pakaian tradisional yang ada di prov. NTB, yaitu pakaian adat sasak, pakaian adat Sumbawa, pakaian adat Mbojo dan pakaian adat bali. Pakaian adat sasak khas dengan setelan mirip kebaya dengan kain beludru halus hitam untuk wanita dan pakaian yang laki-laki lebih mirip baju koko hitam dengan bahan dasar kain beludru halus juga, lengkap dengan ikat kepala, songket untuk bawahan serta keris dan asesoris tambahan lainnya. Pakaian adat bali, terlihat lebih wah dengan paduan kain bercorak dengan kain berwarna emas, untuk wanitanya khas dengan kain sedada dilengkapi asesoris rambut, sedangkan untuk laki-laki, tak lupa ada keris yang disampirkan. Pakaian adat Sumbawa, terlihat mewah juga berbahan beludru halus merah, diapdukan dengan kain songket khas Sumbawa dan asesoris tambahan lainnya. Terakhir adalah pakaian khas mbojo (digunakan oleh masyarakat bima dan dompu), untuk pasangan prianya menggunakan setelan baju lengan panjang berwarna merah muda bercorak dengan bawahan songket dan dilengkapi oleh hiasan kepala dan keris, sedangkan untuk pasangan wanita mengenakan baju bodo sebahu (agak transparan) dengan bawahan kain songket serta asesoris lainnya seperti gelang dan kalung (saya jadi teringat foto pernikahan orang tua saya jadinya :D).

Saya melanjutkan perjalanan menuju stage selanjutnya, kami melihat-lihat naskah kuno perjanjian kerajaan, serta foto dan pakaian raja. Peta daerah provinsi Nusa Tenggara Barat, aksara tradisional, mata uang, alat-alat yang digunakan pada masa tempoe doeloe, alat-alat memancing sederhana, alat-alat pertanian tradisional, senjata-senjata (yang terdisi atas keris keramat, pedang, pisau, panah). Alat menenun, kain songket tradisional khas daerah, sandal pada masa tempoe doeloe yang terbuat dari pelepah pisang, wayang kulit, topeng, perhiasan tradisional daerah Sumbawa, kuda lumping dan lainnya (jika masih penasaran, kunjungi aja museum NTB ok?).
Selanjutnya, saya dan teman saya melanjutkan perjalanan ke gedung samping yang mana disana dipaparkan dan ditunjukkan bukti sejarah mengenai perkembangan budaya Islam di prov Nusa Tenggara Barat. Benda-benda bersejarah tersebut antara lain al-quran, lukisan bahasa arab, peti, gambar masjid (dari zaman baheula sampe zaman modern) dsb.

Okeh, jika diceritakan, akan sangat banyak bahasannya, jadi.. saya memberikan hasil foto – mouseum hunting saya bersama teman saya karena terkadang gambar lebih luwes menggambarkan sesuatu daripada sebuah kata.

(maaf…. Karena fotonya belum lengkap saya ambil di Mimin, fotonya menyusul saja ya… okeh.. okeh? )

Saya meninggalkan museum sekitar pukul 12.30 dilanjutkan dengan hunting makanan.. hohoho… . Habisnya lapar banget, ya iyalah secara tadi pagi belum sarapan. Akhirnya, saya dan mimin menjatuhkan pilihan di rumah gado-gado (haduh, amnesia saya kambuh*rumah gado-gado atau warung gado-gado yah ? =.=?, apapun itu, pokoknya warung yang nge-jual gado-gado). Ternyata gado-gadonya tu modern loh, yah… maksud saya, tidak seperti gado-gado yang biasa saya makan yang biasanya terdiri atas potongan kacang panjang, kangkung, tauge, dan lontong disiram dengan bumbu kacang, tapi gado-gado yang ini beda karena selain bahan di atas, gado-gado ini tercampur atas daun selada, potongan tipis tomat, potongan tahu tempe serta potongan kentang, mengingatkan saya dengan gado-gado jogja yang pernah saya rasakan 2,5 tahun silam.
Okey, cerita ke museum cukup untuk hari ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s