Senyum Sang Penenun

Sore itu, Sabtu, 29 September 2012 saya mengunjungi Parekraf expo 2012 di Narmada Convention Hall, Mataram. Sejujurnya, saya memang tertarik dengan hal-hal seperti tourism, pameran, budaya, dan event-event yang menampilkan kekayaan tradisional suatu daerah. Nah, karena penasaran, meluncurlah saya ke Parekraf expo yang dilaksanakan sejak tgl 27 September ini. Stand yang dibangun diisi oleh perwakilan dari tiap daerah di Indonesia yang menyuguhkan destinasi pariwisata, makanan khas, tenunan tradisional, dan produk daerahnya masing-masing.

Sementara itu, sang MC di panggung sana mengumumkan adanya lomba fotografi. Sebenarnya saya bukanlah fotografer, saya hanya penikmat hasil karya dari fotografer😀. Saya coba dekati, panitia dan bertanya bagaimana cara registrasinya dan ternyata, pendaftarannya gretongan alias nggak pakek duit. Ya sudah, lembar putih itu pun saya ambil. Kategori lomba yang diadakan oleh panitia ada dua, kategori kamera SLR  dan kategori Kamera HP sedangkan pocket camera, digabung satu kategori ma SLR (sepertinya nggak adil deh ya, kualitas kamera SLR yang keren itu disamakan dengan kualitas gambar  kamera saku, :D). Dan karena, kamera saya dipakek alias dipinjam ma abang saya. Jadinya, saya hanya menaruh harapan pada hape nokia C5 pemberian abang saya ini😀.

Akhirnya, hunting foto pun dimulai. Saya nebeng foto seorang gadis sasak dengan pakaian tradisionalnya menenun suatu kain tenun dengan motif khas sasak. Tiga orang fotografer dengan kamera SLR plus alat apa gituh, saya nggak tau, yang pasti alat tersebut dapat merefleksikan blitz dari kamera SLR jadinya gambar yang tercipta lebih terlihat kontrasnya. Saya pun ngambil-ngambil kesempatan juga motret sang penenun yang tiba-tiba jadi artis dadakan ini. Hehehe. Dapat dibayangkanlah, saya dengan kamera 3.2 pixel berebutan motret dengan kamera super keren SLR hitam yang berat itu. Dan salah satu hasilnya adalah :

dijah, sang penenun

Foto ini pun akhirnya saya kumpulkan ke panitia, namun karena waktu pengumuman pemenang akan diadakan besok pagi akhirnya saya pun melanjutkan berkeliling stand dengan penenun tadi, hadijah. Kami menjadi akrab setelah beberapa session foto.😀. Tak lupa saya berkunjung ke stand Provinsi Bangka, tetangga pulau si Andrea Hirata. Banyak pertanyan yang saya ajukan mengenai bangka dan belitung. Ah…. ingin sekali rasanya menginjakkan kaki di pulau dengan batu-batu raksasa itu🙂. Setelah, puas, akhirnya saya meninggalkan NCH dan berbagi no hp dengan hadijah.

Sialnya, saya tidak mendapatkan informasi waktu pengumuman pemenang lomba fotografi yang jelas dari panitia. Jadi, hari minggu itu, saya menghabiskan waktu nyantai saja di kos namun tetap dengan rasa penasaran, Siapakah gerangan pemenang lomba fotografi ?. Tak sengaja saya mencari info melalui page facebook (panitia expo lomba foto) Lombok Photography, dan alhasil membuat saya kaget dan senang

Hello… I am the Winner..😀 dan Hadiahnya pun lumayan, cukup untuk pulang pergi mataram-dompu dua kali. Ternyata, senyum Dijah, sang penenun mampu meluluhkan hati para juri. Thanks A lot dijah..😀

2 thoughts on “Senyum Sang Penenun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s