Gerimis di atas kertas: ketika kita perlu untuk berhenti sejenak.

Buku ini saya pesan, langsung ke penulisnya. Saya memanggilnya Bang Ical. Salah satu alasan mengapa saya memesannya karena saya sudah terlanjur terpikat dengan gaya tulisan di blognya. Betapa tidak, saat ia menceritakan hal santai, saya akan tertawa. Saat ia menuliskan hal serius, maka kening saya akan mengernyit dan manggut-manggut. Cukup jarang menemukan penulis blog yang … Continue reading Gerimis di atas kertas: ketika kita perlu untuk berhenti sejenak.

Advertisements

Metode Konmari: Metode ampuh untuk kalian yang berantakan

Pertama kali saya mendengar metode konmari berawal dari melihat salah satu postingan di instagram. Kekepoan saya pun berlanjut dengan mencari video dan ulasan mengenai metode konmari di youtube dan membaca di beberapa postingan blog. Saya pun penasaran dan untunglah salah satu penerbit berkelas di Indonesia, Bentang pustaka telah menerbitkannya dalam bahasa Indonesia yang sangat mudah … Continue reading Metode Konmari: Metode ampuh untuk kalian yang berantakan

22 kutipan favorit dari buku What I Talk about when I Talk about Running

Buku ini adalah salah satu dari buku best seller yang ditulis oleh Haruki murakami, seorang novelis kelahiran Jepang dan juga seorang pelari. Saya cukup lama menghabiskan buku setebal 197 halaman ini. Bukan hanya karena bahasannya mengenai berlari, topik yang cukup asing terdengar, namun karena dalam buku ini banyak sekali pemikiran penulis yang cukup kontemplatif dan … Continue reading 22 kutipan favorit dari buku What I Talk about when I Talk about Running

Di IGD, sore itu…

Di IGD, sore itu... tampak seorang Bapak paruh baya menggendong anak gadisnya tergesa-gesa terlihat peluh di pelipisnya raut wajahnya khawatir akan gadis kesayangannya hingga Ia tak sadar dari rumah tak menggunakan alas kaki Di IGD, sore itu... seorang balita kurang dari lima tahun menangis karena takut melihat dokter akankah disuntik, pikirnya Ia meronta "papuq, papuq" bukan … Continue reading Di IGD, sore itu…

BUNG HATTA DAN CINTA KASIHNYA

“Hatta, kamu disini” katanya terkejut. Meutia, anak hatta, ingat bahwa ayahnya lalu menyalami orang yang selalu dikritiknya itu dengan hangat “Ah, apa kabarmu, No?” Hatta duduk diam, menggenggam tangan sahabatnya. Cuplikan adegan ini, terekam jelas oleh Ibu Meutia, putri pertama dari DR. HC. H. Mohammad Hatta, 2 hari sebelum Ir. Soekarno menghembuskan nafas terakhirnya. Dikenal … Continue reading BUNG HATTA DAN CINTA KASIHNYA

Siapa yang Salah?

storyette

ciye bu ribka yang kebelet jadi menkes... ciye... ciye bu ribka yang kebelet jadi menkes… ciye…

Beberapa hari belakangan ini saya membaca bahwa ada seorang legislator dari partai banteng hitam moncong putih yang menyatakan diri siap menjadi mentri kesehatan. Bahkan beliau mengatakan akan berjuang membuat PP untuk memidanakan rumah sakit dan dokter yang menolak pasien. Kembali ibu legislator ini berusaha membenturkan tenaga medis dan masyarakat yang dilayaninya. Dan reaksi yang muncul, seperti yang sudah saya duga, para dokter tersinggung sementara masyarakat luas menyambut positif pernyataan ini. Masyarakat merasa punya pahlawan baru yang berani menyalahkan tenaga medis.

Hal ini menguatkan pemikiran saya bahwasanya bila dihadapkan dengan suatu permasalahan, orang Indonesia kebanyakan biasanya tidak tertarik dengan solusi. Biasanya orang akan lebih sibuk mencari pihak yang bisa disalahkan daripada menenggelamkan diri dalam dialog dan bertukar pikiran untuk mencari solusi.

Ketika orang Indonesia punya masalah dengan kesehatan mereka, maka mereka pun akan mencari pihak yang bisa disalahkan. Siapa yang bisa disalahkan? Tentunya…

View original post 640 more words

Review of Gramedia Lombok Competition: The Booktalk

Sore itu saya tergopoh-opoh. Setelah menyelesaikan segala macam tugas di stase bedah RSUP NTB, saya buru-buru pulang ke kos dan berganti pakaian. Tak lucu rasanya ke tempat umum jika menggunakan pakaian penuh kuman rumah sakit :D. Alasan saya terburu-buru karena administrator lombok backpacker, mas Lalu Abdul Fatah, penulis buku Travellicious Lombok lagi pulang kampung. Melalui … Continue reading Review of Gramedia Lombok Competition: The Booktalk